Kampung Laut, Wisata Eco Tourism di Nusakambangan

Posted on

Biasanya wisatawan melakukan wisata kuliner, hiburan dan budaya. Tetapi kali ini, jajal Eco Tourism dengan mengunjungi Kampung Laut di Nusakambangan.

Nusakambangan Barat atau yang sedikit terkenal dengan daerah kampung laut, adalah pemukiman unik yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan. Adanya Segara Anakan serta zona mangrove yang mengelilingi daerah ini, sungguh menjanjikan di sektor perikanan, sedangkan dengan mendangkalnya zona Segara Anakan sekarang ini, menjadikan keuntungan para nelayan berkurang drastis.

Kekurangan kesadaran akan pentingnya adanya mangroove atau hutan payau bertipe penebangan liar dimana-mana, merupakan akibat dari kurangnya penjagaan dari pihak berwenang. Pembukaan lahan persawahan liar juga amat mengancam masa depan area ini dan daerah Nusakambangan bagian barat, Terdapat satu hal yang lalai dari perhatian masyarakat kampung laut selama ini, yakni keindahan alam yang amat luar biasa dan keelokan suasana sunset di segara anakan.

Rindangnya beberapa hutan mangrove dapat kita nikmati dengan memakai perahu. Di sini pun terdapat aneka ragam hewan liar, khususnya burung-burung langka yang dilindungi, yang turut menggantungkan hidupnya pada alam di sini. Awalnya dari hal inilah kami putuskan menjajal melakukan pendekatan pada masyarakat di sini, guna bersama-sama menggerakkan segi lain dari peluang Kampung Laut, yakni dunia traveling.

Usai melakukan pendekatan pada masyarakat, kami bersama dengan masyarakat mulai mengerjakan aksi-aksi pekerjaan serta penataan di bulan Ramadan 2013 yang lalu, mulai dari penyuluhan, pembangunan pos wisata seadanya, tetapi tidak mengurangi keelokan, terutama di area pemancingan serta Pasir Putih Rancababakan-Kalijati.

Area ini adalah promosi awal yang sudah kami lakukan di era tahun 1997-1998, dikenal oleh dunia Internasional menjadi Paradise Beach dan Nusakambangan menjadi Paradise Island.

Usai mengalami macam-macam proses, kemudian bersamaan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 2013, kami sukses melakukan pembukaan pertama Wisata Pantai Rancababakan dengan penuh kesederhanaan. Ini lantaran semua sarana kami buat dengan iuran dari anggota kelompok, Tetapi kami amat bersyukur lantaran pada hari pertama, tempat wisata yang kami buka segera memperoleh pengunjung lebih dari 500 orang, yang berasal dari daerah sekitar dan disertai pada hari-hari selanjutnya dari luar kawasan.

Pada akhir liburan Lebaran mencatat lebih dari 2.000 pengunjung sudah mencicipi nikmatnya berlibur di tengah alam Kampung Laut, baik di area pariwisata pemancingan, tracking hutan, pejelajahan goa-goa alami, pariwisata pantai dan lain-lain. Didorong dari bukti-bukti kesuksesan konsep wisata yang kami kerjakan di daerah itu, meski belum menyeluruh, tetapi kami berharap konsep tersebut pasti dapat ditiru dan ditetapkan di desa-desa lain.

Impian kami setelah semuanya berjalan, maka Kampung Laut, Segara Anakan dan sekelilingnya dapat jadi lokasi destinasi wisata Mancanegara seperti yang selalu kita semua idamkan. Sedikit seputar konsep wisata yang kami kerjakan di sini mengadopsi konsep Eco-Tourism, yang menjadi tren di dunia wisata.

Didalam konsep ini memprioritaskan besaran modal, namun lebih mengacu pada kemauan masyarakat mengoptimalkan alam. sebuah kolaborasi konsep manajemen yang mendahulukan kesejahteraan masyarakat dan pengawasan alam sekitar.

Sekarang di sekitar ini telah mulai dikenal oleh warga pariwisata dan memperoleh pengunjung perhari layaknya obyek wisata lain yang telah di buka. Kami bersama dengan masyarakat pun tak berdiam diri dan menikmati keuntungan.

Hal ini lantaran masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan didalam melayani para pengunjung, pembuatan pos-pos pariwisata, penelusuran lokasi-lokasi pariwisata baru, pembuatan lokasi-lokasi perlindungan flora dan fauna misalnya konservasi mangrove, perlindungan burung migrasi dan penyu laut dan hal–hal lain yang berkaitan dengan kemajuan daerah ini.

Untuk mengerjakan hal ini bukanlah hal yang gampang, khususnya berkaitan dengan pendanaan, sukarelawan, perizinan dll. Untuk itulah kita mengundang dan amat berterima kasih jika ada dari setiap pembaca tulisan ini, yang tergerak hatinya guna membantu kami didalam melakukan hal-hal positif di area ini. Jika contoh proyek ini dapat berjalan sukses dan bisa diterapkan di daerah-daerah lain di semua Nusantara, maka kemerdekaan dan kesejahteraan warga Indonesia akan mampu terbentuk jadi hal yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.