Pemandangan Ujung Kulon Sangat Fantastis

Posted on

Kawasan pariwisata Ujung Kulon bukan cuma lokasi pelestarian badak. Banyak panorama alam dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dapat menjadi pilihan liburan. Speedboat bergerak perlahan-lahan akan mengantar kalian menjauh dari pelabuhan di Desa Taman Jaya, Pandeglang. Desa tersebut adalah desa sekitar dari TNUK. Melewati Taman Jaya, seluruh pengunjung bisa mengelilingi eksotisme alam penghujung barat Kepulauan Jawa itu.

Tujuan pagi itu ialah menuju Pulau Peucang. Pulau itu adalah salah satu destinasi utama wisatawan yang bakal mengeksplorasi Ujung Kulon. Perlu waktu kira-kira 4 jam menuju Pulau Peucang dengan speedboat. Waktu yang lumayan lama untuk kalian yang sering mabuk laut.

Saat kapal mulai dekat dermaga, bukan cuma peman­dangan pantai yang menyambut. Beberapa satwa juga ada di sekitarnya. Berada babi hutan, rusa, serta kera. Mereka jinak, tetapi kadang agresif mencuri makanan yang di bawa pengunjung. Kepala Resort Pulau Peucang Wely Suhaeli menyatakan, selain pantai, terdapat beberapa pariwisata alam yang dapat dinikmati di Pulau Peucang. Bila mempunyai waktu panjang, pelancong dapat melakukan tracking. “Destinasi akhir Karang Pocong,” tutur pria yang bekerja di TNUK.

Perlu waktu kurang lebih sejam tuk mengeksplorasi hutan di Pulau Peucang hingga Karang Pocong. Sampai di Karang Pocong, wisatawan bisa menikmati pantai secara ombak besar. Ombak tersebut datang dari Samudera Hindia. Eksotis: Pemandangan menakjubkan Tanjung Karang dengan gugusan batu-batu yang sudah siap membendung ombak laut.

Jika hoki, pengunjung bisa melihat berbagai satwa liar serta aksinya di sekitar hutan. Wely menyebutkan, ular beragam jenis kerap menampilkan diri. “Kapan hari, terdapat ular piton yang lagi memangsa rusa,” tuturnya. Sedikitnya waktu membuat kalian barangkali memilih rute tracking lain, yaitu TNUK di Kepulauan Jawa. Lintasannya dari Pulau Peucang ke pesisir selatan. Maksudnya adalah Cibom. Dari sana, pengunjung mengelilingi hutan di tepi pantai (1,2 km).

Titik tracking pariwisata di indonesia ini adalah salah satu kesukaan wisatawan. Karena, kita melintasi Tanjung Layar yang menyuguhkan Pemandangan menawan serta peninggalan Hindia Belnada. Perlu 25 menit tuk tiba di lokasi tersebut. Tapi, tuk mengunjunginya, andrenalin akan meningkat ketika menaiki tebing terjal dengan puluhan tangga.

Di Tanjung Layar, kalian dapat menikmati sisa penjara dan mercusuar kolonial Belanda. Kalian pun bisa menjumpai pantai yang berbatasan pada Samudera Hindia. Tingginya ombak Laut Selatan yang menerjang batu-batu berpadu indah dengan gugusan sabana dibawah bukit.

Kalian mungkin dapat mencoba spot Cibom. Sayang­nya, tak banyak hewan yang ditemukan siang itu. Cuma ada sebagian ekor sapi serta merak. Wely bilang, hewan-hewan di sabana tersebut semacam kumpulan pekerja. Mereka bakal berkumpul didalam jumlah besar di jam-jam tertentu. Umumnya antara 06.00-07.00 serta 16.00-17.00. Pada waktu itu, kita gampang menjumpai banteng, babi hutan, dan yang lain.

Selain tracking, pariwisata alam di TNUK menyuguhkan spot diving serta snorkeling. Menurut Wely, kawasan paling bagus tuk 2 olahraga air itu berada di perairan sekeliling Pulau Peucang.

Wisatawan yang ingin ke Taman Nasional Ujung Kulon makin baik turut paket tur yang tersedia sejumlah biro travel. Penyebabnya dana transportasi yang dikerahkan jauh lebih tinggi bila berkunjung sendiri ataupun keluarga kecil. Berdasar cerita, biaya sewa kapal pergi ke spot-spot terindah di TNUK cukup mahal. Belum ada kapal kecil yang dapat hilir mudik memberikan pelayanan satu-dua orang. Tiap pelancong harus sewa kapal besar. Harganya dalam kisaran Rp 2.500.000-Rp 5.000.000.

Sharing dengan wisatawan ialah solusi berhemat. Sebab itu, wisatawan musti memastikan didalam perjalanan ke TNUK itu ada atau tidak pengunjung yang mau diajak berbagi dana kapal. “Karena, terdapat wisatawan yang mau private. Walau satu-dua orang, mereka tidak mau diajak sharing kapal,”

Pulau Peucang sungguh menjadi gerbang masuk menuju lokasi di TNUK. Belum ada dermaga di sekitar lain. Lantaran itu, kapal motor musti diparkir di Pulau Peucang. Pengurus menyediakan speedboat pada tarif menyewa Rp 250.000. Jika mau lebih murah, wisatawan bisa sewa sampan Rp 100.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published.